Assalamu'alaikum,, welcome to my blog!

Selasa, 23 Desember 2008

pengen bukunya luna....

pehhhh tau gag buku terbarunya luna yang bakal terbit bulan desember ini (kabarnya sie gitu...)

aku pengen punya tu buku.... secara semua juga tau klo aku tu suka banget baca buku,,, aku gag mau ketinggalan sama buku yang atu ini............

dearest ibuku

Assalamu'alaikum...
aku harap Ibu selalu berada di dalam pelukan Allah SWT yang senantiasa hangat dan melindungimu bu! amien...

Bu' gag terasa ia bayi yang dulu kau kandung kini udah berumur tujuh belas tahun,,,, selama itu pula kau selalu mendampingiku.. Aku juga tak pernah lupa siapa yang selalu khawatir dan menangis saat ku terbaring lemah di ruang ICU dengan beberapa selang menjalar di tubuhku. Siapa juga yang selalu setia mengantarkan aku ceck up ke dokter setiap bulan. Siapa juga yang selalu menemaniku saat aku belajar dalam menghadapi ujian. Siapa juga yang paling khawatir dan sedih ketika aku tidak mau kost, minta pindah sekolah dan entah berapa banyak perannya dalam hidupku yang tak pernah bisa tergantikan.. Dia adalah Ibuku.. yah ibu'

Tapi apa yang ku perbuat selama tujuh belas tahun ini?
aku merasa tak pernah membuatmu bangga mempunyai seorang anak seperti ku,,
aku juga tak tau mengapa kadang aku merasa malu mengungkapkan semua rasa sayangku padamu..

Ketahuilah ibu,,, aku sangat mencintaimu...

Kini aku berusaha menjadi anak pantas untukmu.. karena aku merasa tak pantas menjadi anakmu,,, aku belum bisa membuatmu bahagia...


tapi aku janji aku akan memberikan bintang padamu,,, matahari kalau perlu agar kau tau aku betapa aku mengagumi dan mencintaimu..






I love U mom!!!!

Jumat, 19 Desember 2008

dear someone

kucoba tepis semua rinduku
kucoba hapus semua khayalku
berharap semua cepat berlalu
khayalku tu miliki dirimu
lupakanmu… jauh
tinggalkanmu dari hidupku
bangunkanku dari mimpiku
yakinkan semua ini hanya khayalku
jauh ……….
tinggalkan mu dari hidupku
bangunkanku dari mimpiku
yakinkan semua ini hanya khayalku

(looney)

Selasa, 16 Desember 2008

cuuappekkk buanggeet de...

BOHONG banget kalo ada yang bilang "masa SMA itu adalah mas yang paling indah"... Yang ada masa SMA itu masa yang bener -bener sengsara... Bayangin ajah....
Setiap hari aku tu bawa tas yang bermassa lima kg.... duh... udah aku itu gag begitu besar harus bawa beban yang sebegitu beratnya... belom lagi jalan kaki dari kost sampe smada dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam ( klo aku motor)... Gimana gag? aku tu berangkat dari kost pukul 6.30 n sekolah tu masuknya jam 6.45... so harus jalan cepat deh klow gag mau jadi pengemis di depan gerbang smada yang gagah itu sampai satu jam pelajaran... hiksssss...
Belum lagi usaha aku untuk sampai di sebelas ipa 7 yang berada di pojok timur lantai dua. Satu per satu tangga kayu itu ku daki dengan beban berat yang meletak di punggungku...
" Assalamu'alaikum!" itu kata pertama yang ku ucap di pintu kelasku yang baru diganti beberapa minggu yang lalu sebelum duduk di bangkuku untuk melepas lelah....
satu menit, dua menit.. tiga menit... entah berapa menit yang ku butuhkan untuk bangkit dari kursi kayuku itu dan bergegas bertanya kepada anak-anak yah mungkin cuma basa-basi menanti bel....
teeeeeeeeeeeettt...teeeeeeeeettt...
Lihat, baru beberapa detik aku mau cuap-cuap udah dihentikan niatku oleh bel. Pasrah saja, aku duduk dibangkuku dan mulai mengeluarkan apa yang ada di tasku. kalo kamu pikir aku mengeluarkan buku pelajaran, kamu SALAH besar! Ngapiain juga aku mengeluarkan buku pelajaran, gurunya aja belom datang! INGAT, aku tu belu jadi anak rajin.. Entah kapan datang hidayah itu...Aku hanya mengeluarkan HP 2310 ku yang udah juadul banget(Ortu sie gag mau ganti).. Just liat ada sms apa gag? tapi sayangnya gag ada.. Biasalah hpku selalu tak menampakkan kalao ada kehidupan, gag kaya' hp temanku yang setiap detik bunyi( lebai sie... tapi hpnya emang sering bunyi... gag tau deh ada sms ato telpon ato malah cuma diset alarm.. I don't care).. Pas banget de gurunya datang sat ku ngelamun... So ku gag denger saat si ketua kelas alias kakoes memberi aba-aba untuk berdo'a pagi. Dan bisa ditebak Bu Puji ngeliatin aku kaya ngeliatin Bidadari yang turun dari langit,,hehe gag dink kaya' ngeliat sesuatu yang aneh. huh sebel!!!!
Baru seperempat jam mencermati soal di papan tulis yang wow sulit bo',, rasanya ada sebuah bom rakitan Nurdin M.TOP meledak di perutku, Woow rasanya saaaaaaaaakkkiiiitttt banget. Meski satu bulan sekali( gag mesti dink..) aku merasakannya tapi ini yang paling parah.... Gag pernah aku PMS sampai kaya' gini sakitnya....
TEEetttt gag kerasa bel pulang bunyi.....
woowwwwwww seneng de pulang tapi ya gitu,,, aku penat kalo mikir tugas numpukku sama ulangan superduoku besok... aku aku tak mempedulikannya.. Let it flow ajah!!!! aku trauma gara2 kejadian kemarin banyk memakan korban..hehehe(korban marahku terutama)!
pendek cerita minggu lalu....
Jujur ya sebenere aku bosen banget kehidupan yang terus-terus kaya' gini... setiap hari aku harus ngumpulin tugas yang banyak tepat waktu sekalian belajar buat ulangan besok yang gag cuma satu... huhuhu... Ya karena itu deh aku marah marah terus gag tau aturan... nyesel banget de.....

tapi aku seneng de bentar lagi ulsem... abis ulsem khan smada cup... itu yang aku tunggu- tunggu... Coz I'm free from every job........ I LOVE SMADACUP

Kamis, 04 Desember 2008

repuga-ku

Kini sepuluh tiga hanya kenangan, meninggalkan sebuah lukisan indah yang patut dipajang di setipa hatinya. Tawa yang dulu selalu menghiasi keseharian, kini hany sebuah bayangan di atas kalbu. Kebahagiaan yang menggemparkan kini hanya ilusi dalam mimpi, keceriaan itu seakan musnah, menghiasi relung hati yang semakin sepi, sepi tanpa kebersamaan lagi dengan mereka. Nyanyian yang dulu menggema di ruangan tercinta itu kini memudar menyisakan hening yang tak terjangkau. Ruangan itu kosong... kosong tanpa kita..
Permainan yang dulu selalu tercipta seolah enggan untuk tercipta kembali, bukannya tak mau. Tapi tak ada.. rasa kebersamaan itu tak ada lagi...




Sepuluh tiga telah berlalu menjadi sebuah kenangan manis di hatiku...


Love you REPUGA!!!!
for All poega-ers.. I MISS YOU!!!!

Jumat, 28 November 2008

Pesan Ikhwan buat Akhwat


Ukhtifillah..
(Surat Terbuka Seorang Ikhwan untuk Seluruh
Akhwat di Dunia)

Ukhtifillah,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa
peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak
perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu
dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah,
tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu,
karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Ukhtifillah,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh,
karena akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap
dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa,
sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku
yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Ukhtifillah,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan
mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat
selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani
kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku
karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku
bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Ukhtifillah,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk
melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku
seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah
burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor
dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau
termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Ukhtifillah,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang
dengan sepenuh hati membawamu kehadapan
Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam
kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam
rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah
hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir
dalam kitab suci.

Ukhtifillah,
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati
ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu,
mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak
ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua
lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu,
yang kaubangun dengan segala kekhusyu'an
tangis do'amu.

Ukhtifillah,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu
pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang
terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu
yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar
pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada
keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih
Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan
menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita.

Ikhwan sejati

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, ”Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati!”


Sang Ibu tersenyum dan menjawab…
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.

Setelah itu, sang remaja pria kembali bertanya. Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?

Sang Ibu memberinya buku dan berkata…
Pelajari tentang dia. Ia pun mengambil buku itu,
MUHAMMAD, judul buku yang tertulis di buku itu.

AKHWAT SEJATI

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang akhwat sejati?”

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum.
Anakku…


Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya. Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.

Ketahuilah putriku…
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah…
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
Setelah itu sang anak kembali bertanya,

“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?” Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka!”

Sang anakpun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rasulullah”. (Muslimah Sholihah)

Selasa, 25 November 2008

dari luna torashyngu,, penulis hebatku

Kamu punya bakat nulis? Pengin jadi penulis novel tapi nggak tau darimana mulainya? Gimana cara ngirim naskah kita ke penerbit dan supaya naskah kita bisa diterima untuk diterbitkan jadi sebuah novel? Tip-tips dibawah ini mungkin bisa membantu. Tips-tips ini ditulis berdasarkan pertanyaan yang sering ditanyakan pada luna lewat email, Friendster, atau YM.

Gimana sih cara ngirimin naskah ke penerbit sampe bisa diterbitin? Dan syarat-syaratnya apa aja?
Gampang kok. Yang pertama kamu tentu aja harus bikin naskah novel dulu hee..hee..hee... setelah itu diprint dan dijilid. Lalu kirim ke penerbit yang kamu mau. Biasanya setiap penerbit mencantumkan alamatnya di buku terbitannya. Jangan lupa tulis juga alamat lengkap dan nomer telpon kamu, jadi kalo misalnya naskah kamu diterima, bisa cepet dihubungi. Lalu tinggal tunggu kabar dari penerbit.

Berapa lama kita menunggu kabar naskah kita?
Rata-rata penerbit memberi jangka waktu 3 bulan untuk menyeleksi naskah. Bisa lebih cepat, bisa juga lebih lama, tergantung kesibukan mereka dan banyaknya naskah yang masuk. Jadi sabar aja yaaa...

Apa ada format tertentu dalam membuat naskah novel? Kira-kira berapa batas minimal dan maksimal naskah kita?
Sebetulnya nggak ada format baku dalam membuat sebuah novel. Umumnya penerbit emang mensyaratkan naskah diketik 1,5 spasi diatas kertas A4. Tapi itu juga nggak begitu kaku. Kalo nggak ada kertas A4, bisa pake ukuran lainnya (folio atau quarto, asal jangan pake A3 yaaaa... kegedean). Hurufnya juga nggak usah macam-macam. Cukup huruf standar aja (Times New Roman, 12 pts). Soal banyak halaman, yang penting jangan terlalu tebal (apalagi untuk penulis baru) tapi juga jangan terlalu tipis, hingga nggak bisa jadi buku. Mungkin sekitar 80 - 150 halaman dengan ketikan 1,5 spasi A4.

Lalu bagaimana dengan ilustrasi cover? Apa kita harus bikin sendiri?
Tentu aja nggak. Nggak semua orang punya bakat menggambar/melukis. Setelah buku kita dipastikan akan diterbitkan, biasanya pihak penerbit akan menunjuk salah seorang ilustrator mereka untuk membuat ilustrasi cover novel kita. Kita boleh aja ngasih masukan, atau ide, mo bagaimana cover itu nantinya. Beberapa penerbit seperti GPU akan menunjukkan draft cover yang udah mereka bikin pada penulisnya untuk mendapat persetujuan sebelum dicetak. Tapi kalau kita punya bakat gambar, bisa aja kita bikin cover sendiri. Hal itu bisa dirundingkan dengan pihak penerbit.

Saya ingin memakai nama samaran untuk buku saya. Apakah saat mengirim naskah ke penerbit saya harus tetap memakai nama asli saya, atau langsung pake nama samaran?
Saat mengirim naskah, tentu aja harus pake nama asli. Soal mo pake nama samaran / nama pena di buku kita kalo diterbitin, bisa dibicarakan nanti dengan pihak penerbit. Saat penandatanganan kontrak juga kita harus pake nama asli kita, agar suatu saat nggak timbul masalah. Dan lagi, pihak penerbit berhak tau data-data diri kita yang sebenarnya dong, walau mungkin hanya untuk arsip mereka dan nggak akan mempublikasikannya tanpa izin kita. Jadi nggak masalah kita mo pake nama samaran kayak apa, awal ngirim naskah harus menyertakan data-data asli kita, termasuk juga nama asli.

Boleh nggak kita kirim naskah dalam bentuk disket/CD atau email? Kan lebih praktis...
Walau ada beberapa penerbit yang memperbolehkan mengirim naskah dalam bentuk file, tapi umumnya penerbit (terutama penerbit besar) menginginkan naskah dikirim dalam bentuk print-out. Setelah naskah kita udah pasti diterima, baru mereka minta filenya. Dan sebaiknya memang yang pertama kali kita kirim print-outnya, dengan berbagai alasan. Pertama mungkin dari segi kepraktisan bagi penerbit. Naskah yang diprint lebih mudah dibaca dimana aja, nggak harus di depan komputer. Jarang ada orang yang mau berlama-lama di depan komputer hanya untuk membaca naskah, apalagi kalo naskah yang masuk banyak. Hal itu juga akan membuat naskah kita cepet dibaca dan diambil keputusan diterima/nggak. Yang kedua adalah demi keamanan. Walau biasanya penerbit menjamin kalo naskah yang masuk nggak bakal di plagiat/dibajak, baik oleh mereka atau pihak lain, tapi siapa yang bisa menjamin 100%? Walaupun hasil print-out juga bisa dibajak, tapi nggak segampang naskah dalam bentuk file yang bisa dicopy dan diedit dengan cepat.

Apa kita boleh mengirim satu tema cerita ke berbagai penerbit sekaligus?
Kalo menurutku sih boleh aja. Silahkan mengirim satu judul cerita ke berbagai penerbit sekaligus. Tapi kalo misalnya nanti cerita kita diterima oleh lebih dari satu penerbit, kita harus memilih hanya satu penerbit saja.

Tips membuat novel yang bagus?
Tips membuat novel yang bagus? Nggak ada. Kalo kamu pengin nulis, tulis aja. Jangan pikirin teori menulis, format tulisan, atau bagus atau nggak tulisan kamu. Pokoknya tulis aja apa yang ada di pikiran kamu. Setelah itu kan bisa dibaca dan diedit lagi. Dan setelah itu jangan ragu-ragu nunjukin tulisan kamu ke orang lain. Ke keluarga atau temen kamu. Buat apa nulis kalo cuman disimpen aja. Minta pendapat mereka, dan jadikan itu sebagai bahan revisi sebelum kamu kirim naskah kamu ke penerbit. Dan kalo naskah kamu ditolak, jangan putus asa. Kamu bisa revisi naskah kamu, liat apa kekurangannya (biasanya penerbit ngasih alasan kenapa naskah kamu ditolak), lalu kirim lagi ke penerbit lain atau ke penerbit yang sama juga boleh. Atau kamu bisa bikin cerita lain yang lebih baik. Pokoknya jangan cepat menyerah dan pede aja...

Jumat, 21 November 2008

Cinta Lama Kembali Terkuak

Mungkin sangat mudah bagi kita untuk jatuh cinta ataupun mencintai kalau tidak,
setidaknya hanya mengagumi sosoknya. Tapi entah mengapa begitu sulit bagiku untuk melupakan sesuatu yang pernah ku cintai. Susah payah rasa itu ku kubur dalam - dalam dan ku lenyapkan tapi mengapa dengan mudahnya cinta itu terkuak kembali. Aku belum mengerti mengapa ku begitu membenci mencintainya, padahal cinta itu tak pernah dihukumi haram. Cinta itu luh yang mengalir lembut dari sanubari, dia ciptaan Allah yang indah. Cinta harus dijaga dan dilindungi dari penyakit, seperti syahwat dan subhat. Mungkin aku kurang pandai menjaganya hingga ku membenci mencintai cinta? Atau mungkin aku memang merasa bosan telah mencintainya selama tiga tahun lebih? Jujur aku tak pernah mengharapkan cinta itu muncul lagi dalam hatiku, aku takut tak bisa menjaga dan melindungi kesuciannya. Dan yang pasti aku tak mau tersiksa oleh cinta. Itu hal yang paling menakutkan karena apa? Cinta tak punya pisau atau belati tapi mengapa temanku bilang " aku tersiksa karena cintanya!" So swett( ko so sweet? entahlah)....

Aku percaya cinta itu hebat,, cinta dapat mengubah orang liar menjadi seorang yang melankolis, puitis dan sebagainyalah.. Dan seperti novel - novel itu bilang cinta itu sumber kekuatan..

Tapi bagaimana dengan cintaku??????

Broken Heart Myspace Comments
MyNiceSpace.com

Bila saja lihat angkuhnya
Tak ingin rasa aku mencinta
Dan tapi bila jauh darinya
Tak mampu aku melupakannya

Mungkin memangnya salahku
Yang tak pernah mengerti
Cinta tak mengenal
Arti sebuah keangkuhan

Bila saja lihat dirinya
Ingin hati tak jatuh cinta
Dan mungkin dia tau semua
Semakin aku dibuat resah

Ingin kuingkari perasaanku ini
Mengapa harus kuakui, kus
uka padanya

Arti sebuah keangkuhan



Selasa, 18 November 2008

dear diary eh dear blog

gag papa ya blog jadi tempat curhat....


wuihhhhhh sebenere aku tuh sebel banget kalo lagi kena vmj... rasanya tuh gag karu2an... tapi kalo gag vmj kan aku gag normal... udah pernah sie baca - baca buku tentang vmj yang isinya tu memanage cinta.. tapi ya gitu,, ujung - ujungnya aku bingung sendiri.. temen udah pernah baca " Ya Allah aku jatuh cinta!" belom???? InsyaAllah sie dulu ku pernah baca tapi bacanya tu pas gag lagi kena vmj.. eh pas sekarang lagi kena vmj aja lupa isinya... puegel....


blog gimana sie biar bisa memanage hati agar gag mekar sekarang coz cinta kan belom saatnya mekar sekarang.. masih jauhlah... ( waduh aku ko' tanya ke blog ya???? jadi stupid deh gara2 vmj) aduh buat yang gag setuju sama statement ku barusan maaf ya... Abis kalo aku lagi kena ...... eh uadh dulu ya,,, bapake udah nunggu...